Waminan naasi mainy yaqoolu aamannaa billaahi wa bil yawmil aakhiri wa maa hum bimu'mineen 9. Yukhaadi'oonal laaha wallazeena aamanoo wa maa yakhda'oona illaaa anfusahum wa maa yash'uroon 10. Fee quloobihim mara dun fazaadahumul laahu maradun wa lahum 'azaabun aleemum bimaa kaanoo yakziboon 11. Qad kaana lakum Aayatun fee Thefull description of Paradise: This taken from his famous poetry entitled “al-Kafiya al-Shafiya fee al-Intissar lil-Firqa al-Najiya” (The sufficient healing in the Triumph for the Ahlu-Sunna w al-Jama'a) it’s also known as “Nuniyyah ibn al-Qayyim” because the rhyme he used is the letter “Noon” (N). The original poetry is 5842 5 Neraka Saqar Neraka yang disebut dalam surat Al-Muddassir ayat 42-47 ini dihuni oleh para penyembah berhala, orang-orang yang selama hidupnya tidak mengerjakan salat, tidak peduli dengan orang miskin, gemar berbicara kotor, dan tidak percaya hari kiamat. "Maa salakakum fii saqar. Qooluu lam naku minal musalliin. Wa lam naku nut'imul miskiin. Allahtidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongga dadanya 33:4 Bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada 22:46 Kandungan dada, isi hati 3:119, 3:154, 5:7, 8:43, 11:5, 31:23, 35:38, 39:7, 42:24, 57:6, 64:4, 67:13 Allah Tahu apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan/tampakkan 27:74 bantahanterhadap argumen Mahfud MD, Sistem baku khilafah oleh Mahfud MD, KH Shiddiq Al-Jawi, Khilafah Maayawaddul lazeena kafaroo min ahlil kitaabi wa lal mushrikeena ai-yunazzala 'alaikum min khairim mir Rabbikum; wallaahu yakhtassu birahmatihee mai-yashaaa; wallaahu zul fadlil'azeem 106. Maa nansakh min aayatin aw nunsihaa na-ti bikhairim minhaaa aw mislihaaa; alam ta'lam annal laaha 'alaa kulli shai'in qadeer 107. 4MXc. Bagikan يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ ۝١ yâ ayyuhal-muddatstsir Wahai orang yang berselimut Nabi Muhammad, Bagikan قُمْ فَاَنْذِرْۖ ۝٢ qum fa andzir bangunlah, lalu berilah peringatan! Bagikan وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ ۝٣ wa rabbaka fa kabbir Tuhanmu, agungkanlah! Bagikan وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ ۝٤ wa tsiyâbaka fa thahhir Pakaianmu, bersihkanlah! Bagikan وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ ۝٥ war-rujza fahjur Segala perbuatan yang keji, tinggalkanlah! Bagikan وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ ۝٦ wa lâ tamnun tastaktsir Janganlah memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak! Bagikan وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ ۝٧ wa lirabbika fashbir Karena Tuhanmu, bersabarlah! Bagikan فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ ۝٨ fa idzâ nuqira fin-nâqûr Apabila sangkakala ditiup, Bagikan فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ ۝٩ fa dzâlika yauma'idziy yaumun asîr hari itulah hari yang sulit, Bagikan عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ ۝١٠ alal-kâfirîna ghairu yasîr yang tidak mudah bagi orang-orang kafir. Bagikan ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ ۝١١ dzarnî wa man khalaqtu waḫîdâ Biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian. Bagikan وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ ۝١٢ wa jaaltu lahû mâlam mamdûdâ Aku beri dia kekayaan yang melimpah, Bagikan وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ ۝١٣ wa banîna syuhûdâ anak-anak yang selalu bersamanya, Bagikan وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ ۝١٤ wa mahhattu lahû tamhîdâ dan Aku beri dia kelapangan hidup seluas-luasnya. Bagikan ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ ۝١٥ tsumma yathmau an azîd Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya. Bagikan كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ ۝١٦ kallâ, innahû kâna li'âyâtinâ anîdâ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami Al-Qur’an. Bagikan سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ ۝١٧ sa'ur-hiquhû shaûdâ Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan. Bagikan اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ ۝١٨ innahû fakkara wa qaddar Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan apa yang ditetapkannya. Bagikan فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ ۝١٩ fa qutila kaifa qaddar Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan? Bagikan ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ ۝٢٠ tsumma qutila kaifa qaddar Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan? Bagikan ثُمَّ نَظَرَۙ ۝٢١ tsumma nadhar Kemudian dia memikirkan untuk melecehkan Al-Qur’an. Bagikan ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ ۝٢٢ tsumma abasa wa basar Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an. Bagikan ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ ۝٢٣ tsumma adbara wastakbar Kemudian, dia berpaling dari kebenaran dan menyombongkan diri. Bagikan فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ ۝٢٤ fa qâla in hâdzâ illâ siḫruy yu'tsar Lalu, dia berkata, “Al-Qur’an ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari dari orang-orang terdahulu. Bagikan اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ ۝٢٥ in hâdzâ illâ qaulul-basyar Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.” Bagikan سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ ۝٢٦ sa'ushlîhi saqar Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Saqar. Bagikan وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ ۝٢٧ wa mâ adrâka mâ saqar Tahukah kamu apa neraka Saqar itu? Bagikan لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ ۝٢٨ lâ tubqî wa lâ tadzar Neraka Saqar itu tidak meninggalkan sedikit pun bagian jasmani dan tidak membiarkan-nya luput dari siksaan. Bagikan لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ ۝٢٩ lawwâḫatul lil-basyar Neraka Saqar itu menghanguskan kulit manusia. Bagikan عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ ۝٣٠ alaihâ tisata asyar Di atasnya ada sembilan belas malaikat penjaga. Bagikan وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةًۖ وَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِࣖ ۝٣١ wa mâ jaalnâ ash-ḫâban-nâri illâ malâ'ikataw wa mâ jaalnâ iddatahum illâ fitnatal lilladzîna kafarû liyastaiqinalladzîna ûtul-kitâba wa yazdâdalladzîna âmanû îmânaw wa lâ yartâballadzîna ûtul-kitâba wal-mu'minûna wa liyaqûlalladzîna fî qulûbihim maradluw wal-kâfirûna mâdzâ arâdallâhu bihâdzâ matsalâ, kadzâlika yudlillullâhu may yasyâ'u wa yahdî may yasyâ', wa mâ yalamu junûda rabbika illâ huw, wa mâ hiya illâ dzikrâ lil-basyar Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. Yang demikian itu agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata, “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk. Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia neraka Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia. Bagikan كَلَّا وَالْقَمَرِۙ ۝٣٢ kallâ wal-qamar Sekali-kali tidak! Demi bulan, Bagikan وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَۙ ۝٣٣ wal-laili idz adbar demi malam ketika telah berlalu, Bagikan وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَۙ ۝٣٤ wash-shub-ḫi idzâ asfar dan demi subuh apabila mulai terang, Bagikan اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ ۝٣٥ innahâ la'iḫdal-kubar sesungguhnya ia neraka Saqar itu benar-benar salah satu bencana yang sangat besar, Bagikan نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِۙ ۝٣٦ nadzîral lil-basyar sebagai peringatan bagi manusia, Bagikan لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَۗ ۝٣٧ liman syâ'a mingkum ay yataqaddama au yata'akhkhar yaitu bagi siapa di antara kamu yang ingin maju meraih kebajikan atau mundur dengan berbuat maksiat. Bagikan كُلُّ نَفْسٍ ۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ ۝٣٨ kullu nafsim bimâ kasabat rahînah Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan, Bagikan اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِۛ ۝٣٩ illâ ash-ḫâbal-yamîn kecuali golongan kanan, Bagikan فِيْ جَنّٰتٍۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ ۝٤٠ fî jannâtiy yatasâ'alûn berada di dalam surga yang mereka saling bertanya Bagikan عَنِ الْمُجْرِمِيْنَۙ ۝٤١ anil-mujrimîn tentang keadaan para pendurhaka, Bagikan مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ ۝٤٢ mâ salakakum fî saqar “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Bagikan قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ ۝٤٣ qâlû lam naku minal-mushallîn Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat Bagikan وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ ۝٤٤ wa lam naku nuthimul-miskîn dan kami juga tidak memberi makan orang miskin. Bagikan وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ ۝٤٥ wa kunnâ nakhûdlu maal-khâ'idlîn Bahkan, kami selalu berbincang untuk tujuan yang batil bersama para pembincang, Bagikan وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ ۝٤٦ wa kunnâ nukadzdzibu biyaumid-dîn dan kami selalu mendustakan hari Pembalasan, Bagikan حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُۗ ۝٤٧ ḫattâ atânal-yaqîn hingga datang kepada kami kematian.” Bagikan فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشّٰفِعِيْنَۗ ۝٤٨ fa mâ tanfauhum syafâatusy-syâfiîn Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat pertolongan dari para pemberi syafaat. Bagikan فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ ۝٤٩ fa mâ lahum anit-tadzkirati muridlîn Lalu, mengapa mereka orang-orang kafir berpaling dari peringatan Allah Bagikan كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ ۝٥٠ ka'annahum ḫumurum mustanfirah seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut Bagikan فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍۗ ۝٥١ farrat ming qaswarah lari dari singa. Bagikan بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ ۝٥٢ bal yurîdu kullumri'im min-hum ay yu'tâ shuḫufam munasysyarah Bahkan, setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran kitab yang terbuka. Bagikan كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ ۝٥٣ kallâ, bal lâ yakhâfûnal-âkhirah Sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut pada akhirat. Bagikan كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌۚ ۝٥٤ kallâ innahû tadzkirah Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah suatu peringatan. Bagikan فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۗ ۝٥٥ fa man syâ'a dzakarah Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya. Bagikan وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُۗ هُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِࣖ ۝٥٦ wa mâ yadzkurûna illâ ay yasyâ'allâh, huwa ahlut-taqwâ wa ahlul-maghfirah Mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya Al-Qur’an, kecuali jika Allah menghendakinya. Dialah yang kita patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan. مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ Maa salakakum fee saqar English Translation Here you can read various translations of verse 42 [And asking them], “What put you into Saqar?” Yusuf Ali“What led you into Hell Fire?” Abul Ala Maududi“What drove you to Hell?” Muhsin Khan“What has caused you to enter Hell?” PickthallWhat hath brought you to this burning? Dr. Ghali“What inserted you into Saqar?” Abdel HaleemWhat drove you to the Scorching Fire?’ [they will ask] Muhammad Junagarhiتمہیں دوزخ میں کس چیز نے ڈاﻻ Quran 74 Verse 42 Explanation For those looking for commentary to help with the understanding of Surah Muddaththir ayat 42, we’ve provided two Tafseer works below. The first is the tafseer of Abul Ala Maududi, the second is of Ibn Kathir. Ala-Maududi 7442 “What drove you to Hell?” There is no commentary by Abul Maududi available for this verse. Ibn-Kathir The tafsir of Surah Muddaththir verse 42 by Ibn Kathir is unavailable here. Please refer to Surah Muddaththir ayat 38 which provides the complete commentary from verse 38 through 56. Quick navigation links مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ Arab-Latin Mā salakakum fī saqarArtinya "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar neraka?" Al-Muddatstsir 41 ✵ Al-Muddatstsir 43 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Mengenai Surat Al-Muddatstsir Ayat 42 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Muddatstsir Ayat 42 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi pelajaran mendalam dari ayat ini. Diketemukan variasi penjelasan dari kalangan mufassirin terkait kandungan surat Al-Muddatstsir ayat 42, sebagiannya seperti berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia38-47. Setiap jiwa tergadai dan tergantung dengan apa yang diusahakannya, baik berupa kebaikan atau keburukan, ia tidak bebas sebelum menunaikan kewajiban dan hukuman yang harus dijalaninya, kecuali orang-orang Muslim yang ikhlas dari golongan kanan yang telah membebaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka di dalam surga-surga yang sifatnya tidak dijangkau oleh nalar. Sebagian bertanya kepada sebagian yang lain tentang orang-orang kafir yang berbuat jahat terhadap diri mereka sendiri, “Apa yang membuat kalian masuk ke dalam Neraka Jahanam dan membuat kalian merasakan panasnya?” para penjahat itu menjawab, “Di dunia kami tidak termasuk orang-orang yang mendirikan shalat, kami tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami berbincang dalam kebatilan bersama orang-orang yang tersesat dan menyimpang, kami mendustakan hari hisab dan balasan, hingga kematian datang kepada kami sementara kami dalam kesesatan dan penyimpangan itu.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram42. Mereka bertanya kepada orang-orang kafir, “Apa yang menjerumuskan kalian ke dalam Neraka?”📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah42. مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar neraka?” Yakni mereka bertanya “apa yang menjadikan kalian masuk neraka?”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah42-43. Apa yang menyebabkan mereka dimasukkan ke dalam Jahannam? Mereka menjawab Ketika di dunia kami bukan termasuk orang yang menjaga sholat lima waktu karena Allah📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah“Apa yang menyebabkan kalian masuk} apa yang membuat kalian masuk {ke dalam neraka Saqar”📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H38-48. “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,” atas perbuatan-perbuatan buruk dan jelek. Ia bertanggung jawab atasnya. Perbuatan buruknya mengharuskannya dibelenggu di lehernya dan mengharuskannya mendapatkan azab, “kecuali golongan kanan,” karena sesungguhnya mereka tidak tergadai tapi mereka terlepas dan bergembira, “berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang keadaan orang-orang yang berdosa,” yakni berada di dalam surga, mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan. Sempurnalah kenyamanan dan keamanan hingga mereka saling berhadap-hadapan dan bertanya satu sama lain, dan percakapan mereka sampai pada pertanyaan tentang orang-orang yang berdosa, bagaimana keadaan mereka, apakah mereka telah mendapatkan apa yang diancamkan Allah pada mereka? Sebagian mereka berkata kepada yang lain, apakah kalian melihat mereka? Mereka pun melihat orang-orang berdosa berada di tengah-tengah Neraka Jahim dalam keadaan tersiksa. Para penduduk surga bertanya pada mereka, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar neraka,” yakni apa yang membuatmu masuk ke dalamnya, karena dosa apa kalian mendapatkan neraka? Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak pula memberi makan orang miskin,” tidak ada keikhlasan untuk Allah Yang disembah, tidak memberi kebaikan dan manfaat bagi orang yang membutuhkan, “dan kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,” yakni kami membicarakan yang batil dan kami jadikan sebagai pembantah kebenaran, “dan kami mendustakan Hari Pembalasan,” Inilah pengaruh dari pembicaraan tentang kebatilan; yaitu mendustakan kebenaran, dan siapakah yang berhak dari Yang Maha Haq pada hari itu? Tempat balasan amal perbuatan dan tegaknya kerajaan Allah dan hukumNya yang adil pada seluruh makhluk. Dan Kami terus menerus berada di atas langkah batil ini, “hingga datang kepada kami kematian.” alyaqiin’ dalam ayat bermakna kematian. Pada saat mereka mati di atas kekufuran, berbagai usaha tidak berguna kala itu dan pintu harapan tertutup di hadapan wajah mereka, “maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat,” karena orang-orang yang memberi syafaat hanya bisa memberi pada orang yang diridhai Allah, sedangkan orang-orang kafir itu, perbuatannya tidak diridhai dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Muddatstsir ayat 42 38-47. Allah mengabarkan bahwa setiap diri pada hari kiamat akan mempertanggung jawabkan apa yang ia lakukan di sisi Allah; Entah itu dari amalan-amalan shalih atau yang selainnya, dan dari apa yang Allah telah wajibkan dari urusan ketauhidan seorang hamba dan ibadah. Adapun orang yang beriman dan jujur dengan keimanannya, mereka akan memiliki bukti dari amalan-amalan shalih mereka, mereka berada di kebun-kebun, dan tempat tinggal yang nyaman. Mereka di surga saling bertanya tentang kondisi orang-orang kafir, dan mereka bertanya-tanya sebelum mereka melihat orang-orang kafir di neraka; Ketika mereka orang-orang mukmin melihat mereka, mereka orang mukmin bertanya kepada orang-orang kafir dengan nada merendahkan dan menghina Siapa yang memasukkan kalian ke dalam jahannam ? Dan mereka menjawab dengan terhina dan tertunduk Sungguh akibat yang buruk menetap di tempat ini, sesungguhnya kami dahulu di dunia tidak mengerjakan shalat, dan kami tidak meyakini akan kewajibannya, kami juga tidak pernah bersedekah kepada orang-orang faqir dan miskin. Kami hobi membicarakan keburukan bersama orang-orang buruk, kami juga mendustakan hari perhitungan dan pembalasan sampai datang kematian pada kami, kemudian kami mati dalam kondisi tersesat dan di atas kemungkaran. Dan sekarang kami menyaksikan dengan mata-mata kami sendiri akan kebenaran itu yang dulu kami dustakan dan ingkari; Maka, apakah kami dapat kembali ke dunia sehingga kami dapat menjadi orang-orang yang ikhlas ?📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Muddatstsir Ayat 4240-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, "apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka saqar'' tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu terjadi. 43-44. Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka saqar. 'dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah beberapa penjelasan dari beragam mufassir terkait kandungan dan arti surat Al-Muddatstsir ayat 42 arab-latin dan artinya, semoga membawa manfaat untuk ummat. Bantu dakwah kami dengan memberikan hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan Link Banyak Dibaca Telaah banyak materi yang banyak dibaca, seperti surat/ayat Az-Zalzalah 7, Al-Mukminun 1-11, Ali Imran 185, An-Nur, Al-Isra 24, Al-Ankabut 45. Ada juga An-Nisa 1, An-Nur 31, Al-Ashr 2, Al-Ahzab 59, Al-Anbiya, Al-Baqarah 165. Az-Zalzalah 7Al-Mukminun 1-11Ali Imran 185An-NurAl-Isra 24Al-Ankabut 45An-Nisa 1An-Nur 31Al-Ashr 2Al-Ahzab 59Al-AnbiyaAl-Baqarah 165 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah 7 Nama Neraka1. Neraka JahannamNeraka ini adalah neraka tingkat pertama yang diisi oleh mereka yang gemar melakukan dosa dan tidak mau bertobat terhadap dosa-dosanya. Hal tersebut dijelaskan lewat surat Al-Hijr ayat 43."Wa inna jahannama lamaw'iduhum ajma'iin."Artinya Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka [pengikut-pengikut syaitan] Neraka Sa’irDalam surat Al-Insyiqaq ayat 12 disebutkan bahwa neraka ini diperuntukkan bagi mereka yang suka merampas hak anak yatim. "Innallazina ya`kuluna amwalal-yatama zulman innama ya`kuluna fi butunihim nara, wa sayaslauna sa'ira."Artinya Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala [neraka].Baca JugaBerikut 10 Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Gerhana Bulan TotalDoa Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Keluarga dan Orang Lain2 Doa Saat Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Lengkap dengan Artinya3. Neraka HuthamahNeraka yang dihuni oleh orang-orang yang kerap mengumpat, mencela, dan berprasangka buruk ini memiliki api yang bisa membakar hingga ke dalam hati manusia. Penjelasan itu disebut lewat surat Al-Humazah ayat 5-6."Wa ma adraka mal-hutamah. Narullahil-muqadah."Artinya Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? [Yaitu] api [yang disediakan] Allah yang Neraka LadzaNeraka yang dihuni oleh iblis, setan atau jin kafir, manusia yang terbujuk rayuan setan, dan orang Majusi atau penyembah api ini disebut dalam surat Al-Ma’arij ayat 15."Kallaa innahaa lazaa."Artinya Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang Neraka SaqarNeraka yang disebut dalam surat Al-Muddassir ayat 42-47 ini dihuni oleh para penyembah berhala, orang-orang yang selama hidupnya tidak mengerjakan salat, tidak peduli dengan orang miskin, gemar berbicara kotor, dan tidak percaya hari kiamat."Maa salakakum fii saqar. Qooluu lam naku minal musalliin. Wa lam naku nut'imul miskiin. Wa kunnaa nakhuudu ma'al khaaa'idiin. Wa kunnaa nukazzibu bi yawmid Diin. Hattaaa ataanal yaqiin."Artinya Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar [neraka]? Mereka menjawab, 'Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan shalat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin, bahkan kami biasa berbincang [untuk tujuan yang batil], bersama orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pembalasan, sampai datang kepada kami kematian'."6. Neraka JahimNeraka ini dihuni oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah SWT. Keberadaan neraka ttersebut dijelaskan dalam surat Asy-Syu’ara’ ayat 91."Wa burrizatil Jahiimu lilghaawiin."Artinya Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang Neraka HawiyahNeraka yang paling dekat dengan sumber api neraka berwarna hitam ini dihuni oleh orang-orang kafir, munafik, dan para pengikut keluarga Fir’aun. Neraka Hawiyah disebut dalam surat Al-Qari'ah ayat 9-11"Fa-ummuhu haawiyah. Wa maa adraaka maa hiyah. Naarun hamiyah."Artinya Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? [Yaitu] api yang sangat panas. مَا سَلَـكَكُمۡ فِىۡ سَقَرَ Maa salakakum fii saqar "Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?" Juz ke-29 Tafsir 40-42. Golongan kanan yang disebut pada ayat yang lalu, meraih keberuntungan yaitu berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, yaitu bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yang boleh jadi ketika di dunia mereka saling mengenal. Penghuni surga itu bertanya, \"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqar?” Tidak dijelaskan secara teknis bagaimana adegan dialog itu Ayat-ayat di atas adalah jawaban para pendurhaka atas pertanyaan penghuni surga yang dikemukakan dalam ayat yang lalu. Mereka menjawab untuk menjelaskan mengapa mereka masuk neraka Saqar. “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat, dan kami juga tidak memberi makan orang miskin. Ayat ini menjelaskan bahwa golongan kanan berada dalam kamar surga yang penuh kenikmatan, sementara golongan yang berdosa bergelimang dalam azab neraka. Namun demikian, mereka saling dapat tanya bertanya, "Kenapa engkau sampai dimasukkan ke dalam neraka itu?" Mereka menjawab dengan jujur dan terus terang bahwa mereka tidak mengerjakan salat di atas dunia dahulu, berbeda dengan orang-orang mukmin yang tetap melaksanakan salat. Sebab waktu itu mereka tidak yakin sedikit pun bahwa hal itu memang sebenarnya diperintahkan Allah. sumber Keterangan mengenai QS. Al-MuddassirSurat Al Muddatstsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil. Dinamai Al Muddatstsir orang yang berkemul diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

maa salakakum fi saqar